Macam macam Tumpeng – Selama ini kita mengenal tumpeng sebagai nasi yang dibuat berbentuk kerucut atau gunungan. Bahan pembuat tumpeng sendiri bisa dari nasi kuning atau putih.

Biasanya nasi tumpeng akan ditampilkan dalam acara perayaan. Awalnya masyarakat Jawa menggunakan nasi tumpeng dalam perayaan kelahiran, panen raya, syukuran, serta tradisi lainnya.

Tapi sekarang ini tumpeng sudah me-nasional dan jadi ciri khas bangsa Indonesia. Bahkan tumpeng digunakan juga untuk acara masa kini seperti 17 agustusan, pembukaan kantor baru, launching produk, dan masih banyak lagi.

Kalau kita lihat sekilas, tidak ada bedanya antara tumpeng satu dengan lainnya. Tapi ternyata tumpengpun bermacam-macam dan masing-masing punya makna lho.

Macam Macam Tumpeng dan Maknanya

Penasaran? Yuk kita simak penjelasan macam macam tumpeng berikut ini.

1. Tumpeng Megana

macam macam tumpeng

source: Detik

Setiap orang tua pasti senang dengan kelahiran anaknya. Dan mereka ingin sang anak mendapat yang terbaik di masa depan.

Nah di kehidupan orang Jawa yang dipenuhi tradisi dan simbol-simbol, Tumpeng Megana yang biasa digunakan dalam perayaan kelahiran ternyata juga melambangkan sesuatu.

Tumpeng Megana dibuat dari nasi putih yang melambangkan kesucian. Ini bisa diartikan anak terlahir dalam keadaan suci dan diharapkan tumbuh dengan budi pekerti yang terjaga.

Adapun sayuran hijau yang ada di sekitar Tumpeng Megana menjadi simbol kesegaran. Jadi sang anak diharapkan tetap segar dan tegar dalam segala keadaan.

Lebih unik lagi puncak tumpeng yang dihiasi cabai, telur, dan bawang merah. Orang Jawa memang mahir membuat simbol.

Cabai yang berwarna merah melambangkan sang anak diharapkan menjadi penerang dan memberi pertolongan untuk orang lain.

Sudah pasti berbagai simbol tadi merupakan harapan orang tua. Adapun hasil akhir tergantung dari cara mendidik dan pengaruh lingkungan.

2. Tumpeng Robyong

Jenis tumpeng yang satu ini dicirikan adanya telur ayam utuh, bawang merah, terasi bakar, dan cabe merah yang ditempatkan di ujung atas gunungan tumpeng. Bahan-bahan tadi ditusukkan dengan bilah bambu.

Tumpeng Robyong tadi diletakkan di bakul dan dikelilingi berbagai makanan seperti kacang panjang, bayam, kangkung, dan berbagai sayuran lainnya.

Biasanya Tumpeng Robyong disajikan pada perayaan besar seperti panen, khitanan, dan acara hajatan lainnya. Keseluruhan dari bangunan Tumpeng Rombyong sering dimaknai dengan kesejahteraan.

Tumpeng Robyong juga identik dengan nasi putih. Yang mengingatkan kita untuk selalu mencari rizki yang halal. Jangan sampai darah dan daging di dalam tubuh diberi yang haram.

Karena makanan haram akan berpengaruh pada perilaku secara keseluruhan. Adapun bentuk gunungan yang menjulang akan memotivasi kita untuk selalu berusaha naik dan mencapai kesejahteraan.

3. Tumpeng Kapuranto

Umumnya tumpeng menggunakan nasi putih atau kuning, tapi berbeda dengan Tumpeng Kapuranto yang dibuat dengan nasi warna biru. Pewarna biru biasanya didapatkan dari daun bunga telang.

Tapi pewarna di sini berasal dari bahan alami yang tidak berbahaya lho. Justru mengandung antioksidan antosianin yang bagus untuk kesehatan tubuh.

Warna biru sendiri menjadi simbol ketenangan, kesetiaan, ketulusan, dan kedamaian. Sehingga Tumpeng Kapuranto ini biasanya digunakan untuk mengungkapkan permintaan maaf yang tulus.

Dan ini sesuai dengan ajaran di Jawa agar setiap orang memiliki hati yang tulus dan bernai minta maaf saat melakukan kesalahan pada sesama.

Sedangkan ubo rampe yang ada di sekitar tumpeng terdiri dari sayur-sayuran seperti kacang panjang, kangkung, kubis, bayam, kecambah, buncis, wortel, dll.

tumpeng kapuranto

source: CNNindonesia

4. Tumpeng Punar

Ingin tahu kenapa kalau ulang tahun sering menggunakan tumpeng dengan nasi berwarna kuning? Karena kuning menandakan ceria.

Dan tumpeng yang digunakan disebut dengan nama Tumpeng Punar. Tidak hanya ulang tahun, Tumpeng Punar juga bisa disajikan saat kamu baru aja dapat rizki atau merayakan kegembiraan lainnya.

Lauk pauk yang digunakan biasanya juga berbeda dengan tumpeng jenis lainnya. Tumpeng Punar biasa disajikan bersama tempe kering, abon, kedelai goreng, kacang, dan lainnya.

Bermacam-macam bahan makan yang dijadikan satu akan melahirkan kenikmatan sendiri. Dan seperti itulah hidup manusia yang dipenuhi bermacam rasa.

5. Tumpeng Tumbuk

Tumpeng Tumbuk dan Punar sama-sama sering digunakan saat ulang tahun. Bedanya, Tumpeng Punar digunakan semua usia. Sedangkan Tumpeng Tumbuk biasa disajikan saat hari jadi orang yang berusia di atas 60 tahun.

Bisa mencapai usia di atas 60 tahun menjadi spesial. Karena kebanyakan manusia jaman sekarang usianya antara 60 hingga 70 tahun.

Bentuk syukur panjang usia ini dilambangkan dengan kepangan kacang panjang yang menjalar dari puncak tumpeng hingga dasarnya.

Nah bagi yang diberi usia hingga 60 tahun, saatnya bersyukur karena masih diberi waktu untuk memperbaiki diri. Caranya, dengan meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa.

6. Tumpeng Kendhit

Tumpeng Kendhit sangat mirip dengan Megana. Keduanya sama-sama terbuat dari nasi putih. Hanya saja ada satu ciri khas pada Tumpeng Kendhit, yaitu adanya perasan kunyit warna kuning yang melilit bagian tengah gunungan.

Tidak ada manusia yang terbebas dari masalah. Nah lilitan kunyit di tengah gunungan melambangkan halangan, masalah atau kesulitan hidup yang membelit manusia.

Sedangkan solusi dilambangkan dengan lauk pauk yang ada di sekitar gunungan. Lauknya sendiri terdiri dari capcai, acar, telur ceplok, kerupuk udang, bergedel, rempeyek kacang, semur daging, serta sambel goreng daging giling.

Lalu apakah Tumpeng Kendhit ini menunjukkan bahwa manusia galau dengan masalah yang datang?

Justru sebaliknya. Tumpeng menjadi wujud syukur bahwa Tuhan sudah memberikan ujian sekaligus solusi semua permasalahan. Dan dengan ujian itulah seorang manusia menjadi lebih baik di masa depan.

7. Tumpeng Asrep Asrepan

Asrep dalam bahasa Jawa berarti dingin atau adem ayem. Semua kita pasti ingin suasana tenang dan adem ayem di kehidupan keluarga, bertetangga, maupun negara.

Nah untuk mengingatkan terwujudnya suasana tenang tersebut, diekspresikan dengan membuat Tumpeng Asrep Asrepan.

Untuk membuat Tumpeng Asrep Asrepan tidak seribet jenis tumpeng lainnya. Hanya terdiri dari nasi putih dan sayur-mayur yang direbus. Klop dengan namanya kan?

8. Tumpeng Pungkur

tumpeng pungkur

Sebagian besar tumpeng di atas melambangkan rasa syukur dan suka cita. Nah Tumpeng Pungkur ini biasa disajikan untuk acara kematian.

Tumpeng Pungkur terdiri dari potongan dua nasi putih yang posisinya ungkur ungkuran atau bertolak belakang. Ini menandakan orang yang meninggal tersebut sudah terpisah dari alam dunia dan saat ini berada di alam kubur.

Adapun lauk pauk yang ada di sekitar tumpeng biasanya berupa sayur-sayuran, apem, ketan kolak atau menu gudangan. Biasanya rasa tumpeng pungkur ini tidak pedas.

Nah itu tadi macam macam tumpeng dan nilai filosofis di dalamnya. Nilai filosofis tumpeng memberi banyak pesan pada kita. Mulai dari bersyukur, bersabar, bekerja keras, berkemauan tinggi, dll.

Sekali lagi bentuk macam macam tumpeng tadi hanyalah simbol. Adapun semua yang terjadi pada diri kita, apakah susah senang ataupun gagal sukses, kembali pada ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. Gimana, tumpeng mana yang kamu inginkan certikan di lyfwell ya?