Delivery Makanan Jakarta – Pandemi virus corona yang belum tahu kapan berakhirnya ternyata telah merubah tatanan kehidupan dunia. Untuk memutuskan rantai penyebaran virus, kita disarankan melakukan physical distancing atau social distancing.

Social distancing membuat kita mesti menjaga jarak dua meter dengan orang lain serta menghindari salaman tangan atau saling berpelukan.

Efek dari social distancing langsung bisa dirasakan. Terutama aktivitas di luar rumah yang mesti dikurangi. Mulai dari kegiatan sekolah, ngantor, hingga aktivitas jual beli.

Sebisa mungkin aktivitas dilakukan secara remote atau jarak jauh. Maka muncullah tren baru seperti Work From Home (WFH), meeting virtual, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dll.

Di tengah kegalauan banyak orang, ternyata tren aktivitas yang lebih banyak di rumah membuka peluang baru.

Salah satunya terjadi di dunia kuliner, dimana orang lebih suka memesan makanan dengan delivery order atau layanan antar. Bahkan pemberlakuan PSBB membuat jasa delivery makanan Jakarta melonjak drastis.

Layanan ini membuat kita tidak perlu kemanapun untuk mengatasi perut keroncongan. Dalam waktu singkat, layanan delivery makanan Jakarta segera jadi andalan banyak orang.

Jadi alasan utama memesan makanan dengan layanan delivery di tengah pandemi adalah dalam rangka social distancing. Di luar alasan itu, banyak juga yang melakukan WFH alias Work From Home.

Meskipun di rumah, bukan berarti pekerjaan berhenti. Nah kesibukan inilah yang membuat tidak sempat lagi untuk memasak dan menyiapkan makanan sendiri.

Apalagi kalau ada pekerjaan yang harus selesai sesegera mungkin. Daripada waktu habis untuk masak, banyak yang berpikir lebih baik memesan dengan layanan antar.

Tapi apakah memesan makanan dengan sistem delivery benar-benar aman dari Covid-19?

Tips Delivery Makanan Jakarta

delivery makanan jakarta 2

Kalau biasanya memesan makanan jadi aktivitas menyenangkan, adanya pandemi virus membuat kita mesti lebih hati-hati.

Tidak ada jaminan selama proses yang dimulai dari pengiriman bahan baku, pengolahan, hingga pengiriman makanan terbebas dari Covid-19.

Meski pemesan tidak keluar rumah, mungkin saja selama rantai distribusi itu ada personil yang telah tertular virus.

Lalu penularan bisa terjadi saat makanan yang dipesan atau kita sendiri melakukan kontak dengan pembawa virus.

Lalu gimana cara aman pesan makanan lewat jasa delivery makanan Jakarta? Kita pasti tidak ingin kecolongan dengan yang namanya Covid-19 kan? Yuk ikuti beberapa tips berikut ini.

1. Titip pesan untuk membungkus rapi makanan

Social distancing diartikan usaha untuk menghindari perkumpulan, pertemuan masal, dan menjaga jarak antar manusia.

Salah satu praktiknya adalah dengan pesan makanan secara online dan makan di rumah aja. Tapi itu saja belum cukup. Karena kita mesti memperhatikan kemasan atau bungkusan makanan.

Hari-hati, pembungkus makananpun bisa jadi sumber penyebaran lho. Bahkan pembungkus makanan jadi benda paling krusial. Karena bersentuhan langsung dengan kurir dan lingkungan sekitar.

Sebelum pesan, jangan lupa memberi tahu pihak catering untuk memastikan pembungkus makanan dalam kondisi utuh tanpa kerusakan.

Pihak catering juga harus membungkus makanan dengan rapi hingga tertutup rapat. Jangan sampai pembungkus makanan longgar dan terbuka.

Karena kemasan yang longgar lebih berisiko pada masuknya benda dari luar. Misalnya hewan kecil, debu, bakteri, termasuk juga virus.

2. Tetap jaga jarak dengan pengantar makanan

Selama masa pandemi Covid-19 ini sebagian besar orang memang memilih memesan makanan lewat jasa antar. Tapi jangan lupa, risiko penularan tetap bisa terjadi, terutama saat kontak dengan kurir atau pengantar barang.

Jadi solusi untuk hal ini, usahakan menerima pesanan makanan tanpa kontak fisik dengan kurir. Sampaikan pada jasa catering untuk tidak memberi makanan secara langsung.

Agar lebih aman, kurir cukup meletakkan makanan di area yang telah disediakan. Misalnya di luar rumah atau di depan pintu.

Selain itu, kita tidak perlu lagi menandatangani bukti pengiriman makanan. Suka tidak suka, contactless delivery jelas jadi solusi terbaik di tengan pandemi Covid-19.

3. Pakai masker saat mengambil makanan

Kita semua pasti sudah tahu kalau virus Covid-19 ini bisa menular antar manusia melalui droplet atau percikan saat bersin atau batuk.

Karena itu pastikan kita memakai masker saat keluar rumah. Termasuk juga saat mengambil pesanan makanan.

Meski masker tidak menjamin 100% terbebas dari Covid-19, tetap lebih baik daripada tidak sama sekali. Tapi sebelumnya, pastikan juga memakai masker yang masih bersih dengan benar.

4. Makanan dipindah ke piring bersih

delivery makanan jakarta 2

Virus corona ini dengan sangat cepat menyebar. Ini membuat kita mesti hati-hati saat membuka atau menyentuh makanan yang dibeli.

Nah untuk mengurangi kontaminasi virus, sebaiknya makanan dipindah ke piring atau tempat makan yang masih bersih. Lalu sebelum makan jangan lupa juga untuk membuang bungkusnya ke tempat sampah.

Karena riset membuktikan bahwa virus corona mampu hidup hingga 72 jam pada bahan pembungkus yang terbuat dari plastik.

Termasuk juga kalau pihak catering memberikan sendok makan, sebaiknya tidak usah digunakan. Lebih aman kalau kalau menggunakan sendok sendiri yang sudah dicuci hingga bersih.

Cara ini mesti dilakukan agar diri kita dan keluarga tidak terkena risiko virus Covid-19 melalui makanan yang dibeli dari jasa catering.

5. Cuci tangan dengan sabun

Pandemi virus corona seakan mengingatkan kita pentingnya langkah sederhana hidup sehat, yaitu selalu cuci tangan dengan sabun.

Sebelum adanya pandemi mungkin banyak di antara kita yang langsung masuk rumah dan melakukan berbagai kegiatan di rumah.

Tapi sekarang, kita mesti membiasakan diri lagi untuk cuci tangan dengan sabun sebelum masuk rumah. Cara sederhana yang sebenarnya sudah diajarkan sejak kecil.

Karena risiko penularan terbesar memang ada di telapak tangan. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik diyakini mampu mematikan virus corona.

Cuci tangan sudah cukup melindungi kita dari virus. Kalau ingin lebih aman lagi, usahakan makan dengan sendok bersih.

6. Pembayaran non tunai

Dalam rangka social distancing dan meminimalkan risiko virus, disarankan untuk melakukan transaksi non tunai atau pembayaran secara cashless.

Karena tidak bisa dipungkiri kalau perpindahan uang kertas dari tangan ke tangan lainnya berpotensi menyebarkan virus. Padahal bisa jadi uang kertas tersebut sudah berpindah tangan puluhan atau ratusan kali.

Nah termasuk juga dalam membayar makanan ke jasa catering atau restoran. Agar lebih aman, manfaatkan dompet digital atau bisa juga trasnfer lewat internet banking.

delivery makanan jakarta 2

Jadi, pastikan dulu jasa catering tersebut menerima pembayaran non tunai ya. Sehingga kamu bisa membayar lewat handphone dimana saja, kapan saja. Sudah pasti lebih aman dan praktis.

Nah itu tadi 6 tips sederhana saat menerima makanan dari jasa catering. Harapannya, langkah tadi bisa membuat kita tetap sehat di tengah berlangsungnya pandemi Covid-19.

Tapi langkah pencegahan penularan virus tidak hanya tergantung konsumen saja, tapi juga perlu kemauan produsen makanan, jasa catering, atau restoran untuk menjaga kebersihan makanannya.

Produsen mesti menjamin bahwa makanan diolah dan dikirim sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Misalnya petugas delivery harus menerapkan protokol Covid-19, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, serta memakai sarung tangan saat bertugas.

Selain itu, hendaknya selalu mengecek kesehatan personel atau pekerjanya secara rutin. Kesadaran konsumen dan produsen inilah yang bisa menekan risiko virus corona yang telah menjadi pandemi serta mengancam jutaan orang di seluruh dunia.

So, pandemi virus ini sampai sekarang masih belum selesai. Cukup di rumah aja kalau tidak ada keperluan mendesak.

Untuk kebutuhan makan, cukup hubungi jasa catering yang terpercaya dan mintalah untuk meletakkan makanan di depan rumah. Salam sehat ya!