Pernikahan adalah representasi dari bukti cinta, dua orang dipersatukan oleh ikatan pernikahan. Proses pernikahan memiliki momentum sakral di dalamnya, oleh karena itu diharapkan semua orang bisa menikmatinya dengan baik sampai selesai acara. Pernikahan yang sukses adalah pernikahan yang memberikan kesan baik bagi seluruh orang yang berpartisipasi di dalamnya seperti kedua pasangan, kedua belah pihak keluarga, tamu undangan bahkan sampai vendor pernikahan. Itu semua bisa dicapai apabila memiliki rencana yang matang dan tidak terlalu berbelit-belit, dengan perencanaan yang matang pernikahan akan bisa berjalan dengan baik. Pernikahan masa kini terutama yang diadakan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan sebagainya memiliki beragam cara penyelenggaraannya. Namun mudah ditemui sebagian orang yang melaksanakan di kota akan memilih menyelenggarakan di gedung pernikahan seperti ballroom hotel atau ballroom restoran dan lainnya, tidak sedikit juga yang masih menyelenggarakannya di rumah mempelai wanita. 

Berikut ini ada 3 Hal yang Tidak Harus ada dalam Pernikahan:

  1. Kue Pernikahan

Mungkin sebagian dari kalian sering melihat adanya kue pernikahan pada proses pernikahan, lalu saat di tengah acara kedua pasangan pengantin akan memotong kue tersebut dan disaksikan oleh para tamu undangan. Benar, mungkin segelintir orang ingin menghadirkan kue pernikahan sebagai salah satu bentuk syukur dalam merayakan pernikahan namun tidak semua orang akan menghadirkan kue dalam pernikahan mereka. Kehadiran kue pernikahan tidaklah wajib, apalagi saat pernikahan tradisional kedaerahan yang masih kental akan adat tertentu mungkin jarang ditemukan. Kalian bisa menemukan kue pernikahan saat tema pernikahan bernuansa modern atau ke barat-baratan, karena memang memmbawa kue pernikahan saat pernikahan adalah budaya dari barat.Bridesmaid

2. Bridesmaid

hal kedua yaitu bridesmaid diartikan sebagai pengiring wanita. Biasanya mereka adalah kumpulan dari teman dekat dari pengantin wanita, jumlah bridesmaid bervariasi ada yang ganjil ada yang genap itu semua tergantung dari pengantin wanita ingin memilih berapa untuk dijadikan bridesmaid. Selain bridesmaid, untuk pengantin laki-laki mempunyai Groomsmen yang memiliki peran yang sama dengan bridesmaid. Bridesmaid akan memakai gaun yang sama dan juga Groomsmen juga demikian. Walaupun peran Bridesmaid sangat penting namun tidak harus ada dalam pernikahan. Budaya Bridesmaid adalah budaya baru yang datang dari barat, tidak harus bertema barat namun pernikahan saat ini sudah banyak yang bertema tradisional dan tetap menggunakan Bridesmaid. Itu semua tergantung dari pemilihan kedua pasangan.

3. Photobooth

hal ketiga adalah Photobooth, mungkin kita sering melihat pernikahan tertentu memiliki photobooth yang bisa kita gunakan sebagai tamu undangan untuk mengabadikan foto di lokasi tersebut. Kita bisa mengambil foto sendiri maupun bersama orang yang datang bersama kita ke acara pernikahan, untuk batas foto kebanyakan mendapat satu kali kesempatan dan hasilnya bisa langsung kita dapatkan saat itu juga. Namun Photobooth ini bisa dikatakan baru karena pernikahan dahulu jarang menghadirkan photobooth, sebagai hasil dari perkembangan zaman photobooth sangat penting dalam pernikahan selain bisa mengingat pernikahan siapa, Photobooth berfungsi sebagai pelengkap pernikahan.

 

3 hal tersebut sering kita temukan pada pernikahan-pernikahan tertentu tidak mengenal tradisional atau tidak, kebanyakan orang memberikan tambahan-tambahan baru dalam pernikahan mereka. Walaupun tidak harus ada namun peran ketiga hal diatas sangatlah penting dalam proses acara pernikahan. 3 hal tersebut adalah bukti nyata bahwa semakin berkembangnya teknologi maka akan berkembang juga tradisi lama, namun sebagai pewaris adat kita tidak boleh melupakan tradisi yang terdahulu.